20.000 Liter Air Bersih Kembali Disalurkan ke Warga Desa Ponggok

Kediri — Sebanyak 20.000 liter air bersih kembali didistribusikan kepada masyarakat di Desa Ponggok, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Rabu (2/9/2026). Penyaluran dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga di tengah kondisi kekeringan yang berlangsung sebagai dampak El Niño Tahun 2026.
Distribusi air kali ini menyasar warga di Dukuh Karangwaru RW 04, khususnya RT 07 dan RT 08, serta fasilitas umum berupa Masjid Baitul Rohim. Penyaluran dilakukan secara langsung menggunakan armada truk tangki air bersih untuk memastikan kebutuhan air di titik-titik yang telah ditentukan dapat terpenuhi.
Di RT 07 tercatat sebanyak 89 kepala keluarga dengan total 237 jiwa, terdiri atas 118 laki-laki dan 119 perempuan. Sementara itu, RT 08 terdiri atas 57 kepala keluarga dengan total 197 jiwa, dengan rincian 93 laki-laki dan 104 perempuan.
Selain kebutuhan rumah tangga, distribusi juga mencakup fasilitas umum. Masjid Baitul Rohim menjadi salah satu titik penerima dengan jumlah penerima manfaat yang tercatat sebanyak 130 jiwa. Sementara itu, terdapat satu penerima manfaat berkebutuhan khusus, berjenis kelamin perempuan.
Kegiatan penyaluran berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB menggunakan truk tangki air bersih dengan nomor kendaraan B 9463 SLA. Berdasarkan pencatatan odometer, armada menempuh jarak 114 kilometer selama kegiatan, dengan kilometer awal 26.947 dan kilometer akhir 27.061.
Distribusi berjalan tanpa kendala berarti di lapangan. Koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat dilakukan untuk memastikan proses penyaluran dapat berlangsung sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lokasi.
Penyaluran air bersih tersebut merupakan bagian dari Operasi Kemanusiaan Dampak El Niño Tahun 2026 yang dilaksanakan oleh PMI Kabupaten Kediri, dengan melibatkan BPBD dan Pemerintah Desa.
Kebutuhan air bersih yang masih berlangsung menjadi perhatian dalam pelaksanaan operasi kemanusiaan di wilayah terdampak. Perkembangan kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat akan terus menjadi dasar dalam menentukan dukungan berikutnya.
Koordinasi dengan pihak terkait juga tetap dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan wilayah terdampak serta kebutuhan distribusi air bersih selanjutnya.